MB Hulu Perkuat Peran Swalayan UMKM, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Nasional
- Jun 12, 2026
- Nia Usay
- Berita
Mentawa Baru Hulu – Keberadaan Swalayan UMKM di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, terus didorong menjadi ruang promosi dan pemasaran produk lokal yang lebih luas. Melalui kegiatan Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, harapan agar produk-produk UMKM Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mampu menembus pasar nasional semakin menguat.
Bazar yang digelar Rabu (10/6/2026) tersebut dihadiri Bupati Kotim Halikinnor, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim Cok Orda Putra Legawa, PltKepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim Muslih, Ketua UMKM Harati, serta perwakilan SAJ yang dijadwalkan melakukan penerbangan perdana ke Sampit pada 12 Juni mendatang.
Berbagai produk unggulan UMKM ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari makanan dan minuman olahan, kerajinan tangan hingga produk kreatif masyarakat. Selain menjadi tempat transaksi, bazar juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan potensi usaha lokal kepada masyarakat dan calon mitra usaha.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan kegiatan bazar memiliki dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat karena mampu menarik pengunjung dan mendorong penjualan produk lokal.
“Jadi kita harapkan dengan adanya bazar seperti ini otomatis orang akan datang. Ketika masyarakat datang, insya Allah ada yang berbelanja. Ini dalam rangka membantu UMKM agar produk mereka bisa laku dan terjual,” ujarnya saat meninjau bazar.
Menurut Halikinnor, pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada pasar lokal semata. Pelaku usaha perlu mulai mempersiapkan diri untuk memperluas pemasaran hingga ke luar Kalimantan.
Ia menilai banyak produk khas Kotim yang memiliki peluang bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk berbagai makanan olahan daerah yang selama ini sudah dikenal masyarakat.
Masuknya pesawat Airbus A320 yang dijadwalkan mulai beroperasi melalui Bandara H Asan Sampit pada 12 Juni mendatang dinilai menjadi peluang baru bagi pelaku UMKM untuk memperluas distribusi produk.
“Ini juga akan mempermudah karena kapasitas kargo mereka cukup besar,” katanya.
Selain mendukung pengiriman barang, kehadiran penerbangan dengan jangkauan yang lebih luas juga diyakini dapat membuka peluang kerja sama dan relasi bisnis bagi para pelaku usaha.
“Dengan adanya penerbangan ke daerah-daerah maupun ibu kota provinsi seperti Jawa Barat dan Jawa Timur, tentu akan membantu memperluas relasi UMKM kita. Tidak hanya memudahkan pengiriman barang, tetapi juga membuka peluang kerja sama usaha dan pemasaran produk ke daerah yang pasarnya lebih besar,” ungkap Halikinnor.
Menurutnya, semakin baik konektivitas transportasi, semakin besar pula peluang pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, menjalin kemitraan, serta mengembangkan jaringan pemasaran di luar daerah.

.jpeg)
Lurah Mentawa Baru Hulu Iwansyah yang sempat hadir pada acara tersebut mengatakan keberadaan Swalayan UMKM di wilayahnya menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara lebih luas.
“Swalayan UMKM ini menjadi wadah yang sangat baik bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produknya. Kami berharap fasilitas ini terus dimanfaatkan secara maksimal sehingga produk-produk UMKM di MB Hulu dan Kotim semakin berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
“Kami terus mendukung setiap kegiatan yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk tumbuh. Semakin banyak produk lokal yang dikenal, maka semakin besar pula dampaknya terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Lurah Mentawa Baru Hulu Nia Pitriani menilai bazar menjadi momentum yang baik untuk memperluas promosi produk sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen maupun mitra usaha.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu promosi produk, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen secara langsung. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperluas jaringan usaha,” ujarnya.
Nia berharap keberadaan Swalayan UMKM di Jalan Yos Sudarso dapat terus berkembang sebagai etalase produk unggulan daerah sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Harapannya semakin banyak masyarakat yang berkunjung dan memilih produk lokal. Dengan begitu, usaha masyarakat bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Keberadaan Swalayan UMKM di Kelurahan Mentawa Baru Hulu selama ini menjadi salah satu ruang pemasaran produk lokal yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dalam satu tempat. Dengan dukungan promosi melalui bazar serta meningkatnya konektivitas transportasi dari Sampit ke berbagai daerah, produk-produk UMKM Kotim diharapkan semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Harapan tersebut menjadi langkah awal agar produk lokal tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menembus pasar antardaerah hingga tingkat nasional. (kim.MB Hulu)