MB Hulu Dukung Generasi Muda Lestarikan Budaya Lewat Tari Kreasi Daerah

  • Jun 17, 2026
  • NiaRay
  • Jendela Pendidikan

Mentawa Baru Hulu – Semangat pelestarian budaya daerah terlihat dalam Lomba Tari Kreasi Daerah tingkat SMP dan SMA yang digelar di Aula Bhayangkari, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara.

Sebanyak 10 peserta dari berbagai sekolah menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri, Kapolres Kotawaringin Timur, Ketua Bhayangkari, jajaran Polres, anggota Bhayangkari, para guru pendamping, serta pendukung peserta yang memadati lokasi kegiatan.

Lomba ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengenalkan kembali kekayaan budaya daerah melalui gerak tari yang dikemas lebih modern tanpa meninggalkan unsur tradisional.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengapresiasi antusiasme para peserta yang telah menampilkan penampilan terbaiknya. Menurutnya, kegiatan seni seperti ini menjadi wadah positif bagi pelajar untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas, dan tetap mencintai budaya daerah yang menjadi identitas bersama,” ujarnya.

Proses penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri yang berasal dari kalangan seniman dan pegiat seni daerah, yakni Sekretaris Lurah Mentawa Baru Hulu penggiat seni tari senior Nia Pitriani, seniman senior Elwani, serta seniman muda Ektrajaya.

Nia Pitriani mengatakan seluruh peserta menunjukkan semangat dan kreativitas yang luar biasa selama perlombaan berlangsung. Menurutnya, penampilan para peserta tidak hanya menonjolkan kemampuan menari, tetapi juga keberanian dalam mengeksplorasi budaya daerah melalui berbagai kreasi yang ditampilkan.

“Anak-anak menunjukkan potensi yang sangat baik. Mereka mampu mengemas unsur budaya daerah menjadi pertunjukan yang menarik dan tetap memiliki nilai seni yang kuat,” katanya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pembinaan sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat di bidang seni budaya.

Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan SMP Negeri 1 Sampit sebagai Juara I, SMA Negeri 3 Sampit sebagai Juara II, dan SMP Negeri 2 Sampit sebagai Juara III.

Selain penghargaan untuk para juara, panitia juga memberikan apresiasi khusus kepada peserta dengan kategori The Best Costume dan The Best Make Up yang diserahkan langsung oleh Kapolres Kotim bersama Ketua Bhayangkari sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan totalitas penampilan para peserta.

Melalui kegiatan ini, Aula Bhayangkari di Kelurahan Mentawa Baru Hulu tidak hanya menjadi tempat perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya kreativitas, budaya, dan semangat generasi muda untuk terus melestarikan warisan daerah melalui seni tari. (kim.MB Hulu)